Selasa, 05 April 2011

Manusia dan Penderitaan (Batin)

Pesimis ketika mendapat suatu penderitaan, meruapakan sebuah hal yang wajar manusia alami. Putus asa, kecewa terahadap diri sendiri juga dapat terhadi ketika manusia tengah hidup dalam suatu penderitaan. Jika ada manusia yang berfikir ingin hidup tanpa suatu penderitaan sah-sah saja namun hal konkret dan sebuah kenyataan ketika kita sebagai manusia hidup di bawah tekanan penderitaan serta masalah.
            Kita sebagai manusia tidak akan pernah lepas dari penderitaan di dunia ini. Kalaupun terlepas dari penderitaan itu mungkin hanya untuk semetara. Penderitaan yang muncul di hidup manusia datang dari berbagai faktor. Karena manusia sebagai makhluk sosial pastilah akan sering kita menemukan sebuah penderitaan yang datang dari lingkungan sekitar kita.
            Penderitaan yang di alami itu tidak hanya bersifat secara materi melainkan dapat juga bersifat secara psikis atau batin.Ketika manusia menderita secara fisik mungkin kita dapat melihat penderitaan itu secara Nampak dan jelas, namun ketika manusia mengalami penderitaan secara batin hal itu akan jauh tereksan semu bahkan tidak terlalu terlihat secara visual di depan mata orang banyak. Namun penderitaan secara batin dapat kita rasakan lewat sikap, daya tanggap, prilaku dan pola pola pikir seseorang. Akan Nampak jelas ketika kita berada di dekat orang yang memiliki prilaku percaya diri maupun minder. 2 sifat yang saling berbeda namun akan terungkap ketika kita melihat suatu perilaku yang ada pada orang yang bersangkutan.
            Penderitaan yang belakangan sering marak mungkin tidak hanya bersifat fisik saja, melainkan dapat juga bersifat batin. Dampak yang cukup terasa terhadap hidup si penderita ketika ia menderita penderitaan secara batin. Perasaan seperti minder, tidak percaya diri, malu, rendah diri dan lain-lain adalah salah satu penderitaan batin yang banyak dialami oleh orang-orang sekarang. Penilaian orang sekitar mereka yang menyebabkan mereka memilki penderitaan secara batin ini. Tanpa sadar kita juga terkadang membuat orang memiliki penderitaan ini ketika kita sedang mencemooh nama baik mereka. Hal ini lah yang sepantasnya tidak kita lakukan sebagai makhluk sosial yang saling menghormati satu sama lain.
            Penderitaan batin yang sudah merasuk kepada si penderita dapat di hilangkan setahap demi setahap dengan cara  memulihkan kepercayaan diri orang yang bersangkutan dan membuat si penderita mengerti bahwa dengan cara apa mereka dapar mengatasi penderitaan yang mereka alami. 

Manusia dan Keindahan

Bagi manusia, sebenarnya akan sulit jika ia mendefinisikan sebuah keindahan. Keindahan itu sendiri bernilai abstrak dan tidak dapat di nikmati secara jelas. Biasanya keindahan akan terasa jelas ketika ia di wujudkan lewat suatu bentuk atau karya.
Pada dasarnya keindahan hanyalah sebatas konsep yang akan berkomunikasi ketika sudah memiliki suatu bentuk / wujud, contohnya music, lukisan dan film.

Keindahan itu sendiri memiliki sebuah perbedaan menurut lusanya pengertian, yaitu:
a.    Keindahan dalam arti luas
b.    Keindahan dalam arti estetis murni
c.    Keindahan dalam arti terbatas dalam hubunganya dengan penglihatan

A.    Keindahan dalam arti luas
Pengertian dalam arti luas meliputi :
1.    Keindahan seni
2.    Keindahan alam
3.    Keindahan moral
4.    Keindahan intelektual

B.    Keindahan dalam arti estetis
Hal ini menyanggkut pengalaman estetis dari sesorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang di serapnya.

C.   Keindahan dalam arti terbatas
            Hal ini menyangkut benda-benda yang serapnya dengan penglihatan yakni berupa
            keindahan bentuk dan warna.

Namun walaupun telah di jelaskan keindahan berdasarkan luasnya pengertian kita pasti akan menjawab keindahan dengan arti dan makna berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena dalam estetika modern orang lebih suka berbicara tentang seni dan pengalaman estetik, karena ini bukan pengalaman abstrak melainkan gejala konkret yang dapat di telaah dengan pengalaman secara empiric dan penguraiab yang sistematik.