Sabtu, 21 Mei 2011

Harapan dan Impian

Harapan atau impian merupakan suatu hal yang manusia inginkan di kehidupanya kelak. Harapan atau impian yang manusia inginkan biasanya bersifat nikmat atau juga dapat mengubah kehidupanya di hari depan agar kehidupanya lebih baik dari dari yang sekarang.
Harapan atau impian ini biasanya yang akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu dan berharap kelak agar hidupnya mencapai tingkat dari harapan / impian yang ingin ia raih tersebut.
            Salah satu hal yang menyebabkan manusia memiliki harapan dan impian adalah perasaan tidak puas yang akan ia miliki pada saat itu. Hal inilah yang mendorong manusia untuk bermimpi seolah-olah ia memiliki hidup yang sudah berbeda dan bahkan lebih baik dari sebelumnya. Dengan begitu tanpa sadar sebenarnya manusia yang sudah bermimpi dan menginkan sesuatu yang ia impikan tersebut. Namun karena hal yang ia impikan belum menjadi nyata, ia ingin apa yang ia inginkan tersebut menjadi nyata. Alhasil untuk mewujudkan impian nya tersebut manusia harus bekerja dan berupaya agar dirinya mendapatkan yang ia mau.
            Kita ambil contoh misalnya Adi ingin memimpikan sebuah rumah di kawasan bogor. Harga rumah tersebut bekisar 1 milyar, mau tidak mau pasti adi akan mengeluarkan uang untuk membeli uang 1 milyar tersebut. Ia pun berusaha dengan giat agar dapat mewujudkan impianya tersebut. 1 Tahun bekerja ternyata ia masih belum dapat mengumpulkan uang hingga 1 milyar. Ia pun merasa jenuh pada saat itu. Namun akhirnya Adi berfikir kembali untuk mewujdukan impianya tersebut. Akhirnya setelah 2 tahun bekerja, ia dapat mengumpulkan uang 1 milyar tersebut bahkan lebih dari 1 milyar. Akhirnya ia pun membeli rumah itu dan ia merasa hasil kerjanya selama ini tidak sia-sia sebab ia dapat mewujudkan apa yang ia inginkan.
            Pada dasarnya setiap harapan ataupun impian membutuhkan sebuah usaha yang nyata dari pihak yang memimpikan impian tersebut. Jika kita melihat ilustrasi diatas Adi sempat merasa jenuh atau bosan, hal inilah yang biasanya menghampiri sang pemimpi ketika ia sedang di dalam proses untuk mewujudkan impianya terserbut. Yang tetap bertahan dan terus berusaha mewujudkan impianya pasti akan mendapatkan apa yang ia impikan tersebut, sedangkan yang berhenti di tengah jalan impianya hanya akan tinggal kenangan dan tidak terwujud sampai ia mau untuk kembali mewujudkan serta berusaha mendapatkanya.

Kamis, 05 Mei 2011

Keadilan

Keadilan dapat di artikan sebagai keadaan yang seimbang antara satu individu dengan individu lainnya. Kedilan itu sendiri bukan sesuatu yang dapat berdiri dan ada tanpa kesadaran dari manusia untuk mewujudkan keadilan / keseimbangan di antara satu dengan lainya. Kesadaran itu sendiri muncul untuk menciptakan suasana yang tentram dan saling menghargai satu sama lain walau berbeda di lain sisi.
            Keadilan yang kita lihat di lingkungan kita mungkin tidak begitu terlihat karena dari segi ekonomi saja kita dapat melihat perbedaan yang cukup jauh dengan kehidupan orang-orang yang hidup seadanya(Kaum Marginal). Sebenarnya keadaan ini merupakan permasalahan yang cukup rumit bagi kalangan pemerintah untuk mengatasi masalah kesenjangan anatar kemiskinan dan kekayaan. Perbedaan yang merentang diantara dua keadaan di lingkungan masyarakat ini tak jarang menimbulkan salah paham yang menjurus pada masalah ketidakadilan di lingkungan kita. Kaum-kaum minoritas yang adalah kaum marginal terkadang memandang sebelah mereka yang kaya, sebaliknya ada pula kaum atas yang menganggap kaum marginal adalah kaum tersisih atau kaum yang di penting. Beberapa pendapat pun beradu untuk menyelesaikan masalah perbedaan keadilan ini. Namun jalan keluar yang hanya bisa dilakukan adalah kembali kepada diri kita sendiri. Seberapa adil kita mengerti hidup ini dengan orang lain, itulah seberapa kita bisa mengamali keadilan kepada lingkungan sekitar kita. 

Pandangan Hidup

Pandangan hidup merupakan sebuah konsep hidup seorang manusia yang hidup di dunia ini. Konsep hidup ini akan memperngaruhi cara hidup orang tersebut dan masa depan orang tersebut. Tak jarang ada pula orang yang acuh dengan pandangan hidupnya sendiri, namun sewaktu ia acuh pada pandangan hidupnya bukan berarti ia tidak memilih pandangan hidupnya, justru ia tetap memilih pandangan hidupnya untuk hidup tanpa memiliki pandangan hidup.
            Pandangan hidup sangan menentukan kehidupan seorang manusia kelak, karena jika tanpa pandangan di dalam hidup ini, kita akan merasa bingung dan tidak memiliki tujuan untuk di capai. Kita ambil contoh saja orang yang di tutup matanya saat sedang berjalan. Orang tersebut tidak memiliki pandangan sama sekali, sehingga yang di lihatnya gelap dan kosong. Ia akan berjalan tidak terarah dan menabrak sisi-sisi dinding sewaktu berjalan. Seperti itulah gambaran ketika kita hidup tanpa sebuah pandangan di dunia ini, seperti itulah jika kita hidup tanpa pandangan hidup di dunia ini.
            Pandangan hidup ibarat Visi dan usaha yang kita lakukan untuk pandangan tersebut ibarat Misi. Tanpa Misi, Visi hanyalah omongan belaka. Tanpa sebuah usaha maka sebuah tujuan/pandangan hidup hanya akan menjadi mimipi yang berada di awang-awang. Orang yang sudah memiliki sebuah pandangan hidup belum tentu mampu menggapai apa yang ia pandang itu sebagai jalan hidupnya ketika ia hanya bersantai-santai. Sebaliknya ketika orang tersebut telah mengetahui pandangan hidupnya dan mau berjuang untuk menggapai tujuanya tersebut, dan orang tersebut setia dengan proses yang ada, maka kelak orang tersebut akan mendapatkan apa yang ia impi-impikan, karena ia telah bekerja keras maka hasil dari proses yang ia tempuh adalah buah dari usaha yang ia lakukan selama ini.

Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah sebuah tugas yang kita emban sebagai manusia ketika kita hidup di dunia ini. Menurut saya tanggung jawab memiliki subjek yang yang luas dan tidak hanya kepada satu orang yakni diri kita sendiri. Tanggung jawab dapat kita kaitkan dengan sesama maupun dengan Tuhan Pencipta kita. Salah satu bentuk tanggung jawab terhadap sesama yang mudah untuk kita lihat adalah tanggung jawab kita terhadap orang tua kita di rumah dan untuk tanggung jawab terhadap kepada Tuhan adalah dengan beribadah sesuai dengan waktu yang sudah di tentukan.
            Seperti yang sudah kita bahas, tanggung jawab akan kita kelompokan terhadap subjek nya yakni:
1.    -Tanggung jawab terhadap diri sendiri
2.    -Tanggung jawab terhadap orang Lain
3.    -Tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa

1.    Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Di lihat dari subjeknya kita sudah tau tanggung jawab ini merupakan tanggung jawab yang akan kita dapat selama kita hidup. Tanggung jawab terhadap diri sendiri ini menentukan pribadi dan karakter kita di muka umum karena dengan kita melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita maka kita akan mendapatkan suatu kepercayaan dari pihak lain atau dari orang lain yang melihat kita melakukan sebuah tanggung jawab yang seharusnya kita kerjakan dan tuntaskan. Salah satu contoh yang paling mudah adalah tanggung jawab seorang mahasiswa terhadap tugas-tugasnya di kampus, di lingkunganya bahkan di keluarganya.

2.    Tanggung jawab kita terhadap orang lain
Biasanya setelah kita dapat melakukan tanggung jawab secara pribadi, maka orang lainpun akan datang dan mempercayai sesuatu kepada kita karena kita telah terbukti dapat melakukan tanggung jawab yang pada dasarnya adalah miliki pribadi. Tanggung jawab ini selalu berkaitan dengan orang-orang disekitar kita seperti keluarga, teman, dan lain-lain.

3.    Tanggung jawab kita terhadap Tuhan
Tanggung jawab inilah yang kita pegang sejak lahir. Ketika kita mengenal siapa pencipta kita dan kita mulai bertanya apa maksud dan tujuan kita hadir di dunia ini, maka kita pun pada akhirnya sadar bahwa hidup di dunia ini adalah tanggung jawab terbesar yang harus kita jaga kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan kita. Tanggung jawa kita terhadap Tuhan tidak semata-mata beribadah dan melakukan perintahNya, melainkan kita juga harus melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita terhadap diri kita sendiri serta kepada sesama kita. Awal dari semua tanggung jawab adalah Tanggung Jawab Kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan setelah kita menyadarinya kita akan melakukan yang terbaik selama kita masih hidup.