Senin, 06 Juni 2011

Kegelisahan dan Cara Menghadapinya

Kegelisahan adalah bentuk perwujudan rasa kwatir manusia atas sesuatu yang ia kwatirkan karena takut jika tidak berjalan sesuai dengan rencana. Kegelisahan sering timbul ketika manusia sedang dalam masa mempertanggung jawabkan sesuatu. Efek dari rasa takut karena sebuah kegagalan juga sama, yakni berdampak pada perubahan sikap manusia menjadi gelisah.
            Ada banyak hal yang membuat manusia menjadi gelisah, dan jumlah nya tidak bisa terhitung. Manusia sendiri tidak dapat menghindar dari perasaan gelisah ini, walaupun ia berusaha sedemikian rupa sebab perasaan inilah juga yang membuat manusia menjadi berpikir untuk melihat masa depan dan berusaha agar masa depanya tidak seperti yang ia pikirkan dalam kegelisahanya.
            Dampak atau efek dari kegelisahan yang paling jelas dari manusia adalah takut untuk melakukan sesuatu. Gelisah yang di landa oleh beberapa manusia tatkala juga membuat beberapa orang strees hingga akhirnya stroke atau terakdang malah mati bunuh diri. Namun yang menjadi pertanyaanya, mengapa ada orang yang hidupnya terlihat tidak gelisah sekalipun sebenarnya mustahil untuk hidup tanpa di landa rasa gelisah.
            Ada beberapa hal yang setidaknya akan mengurangi beban kegelisahan manusia di dalam hidupnya agar ia dapat hidup tidak berada dalam tekanan rasa gelisah tersu-menerus, yakni:
1. Berpikir Positif
Cara yang paling efektif ketika sesorang di landa gelisah adalah berpikir sesuatu yang postif. Oleh sebab ia gelisah dan memikirkan sesuatu hal yang buruk terjadi dalam hidupnya, maka dengan berpikir positif inilah otak kita di ajak untuk tidak berpikiran buruk.
2. Tenangkan hati dan mantapkan jiwa
Sewaktu seseorang dilanda gelisah, maka hatinya juga akan ikut di bawa ke alam bawah sadar yang tidak tenang dan penuh ke kwatiran. Hal ini juga yang menyebabkan jiwa orang tersebut menjadi terusik dan semakin menambah beban di dalam hidupnya.
3.  Berdoa dan Beribadah
Terlepas dari ke dua langkah di atas, maka kita juga tidak lupa untuk kembali kepada Yang Maha Esa karena sesungguhnya Tuhan memberikan sebuah masalah kepada kita tidak melebihi dari batasan kemampuan kita. Oleh sebab itu sebanarnya setiap manusia tidak perlu kwatir apalagi gelisah.